IDI CAB SAROLANGUN MENDUKUNG SEPENUHNYA PERJUANGAN DAN TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL OLEH PB IDI DLM MENYIKAPI PROGRAM BPJS TH 2014.

Sabtu, 28 Juli 2012

Panduan Kompensasi Dokter dan Jasa Medik

Tahun 2008 PB IDI telah mengeluarkan Panduan Kompensasi Dokter dan Jasa Medik yg merupakan hasil Muktamar IDI XXVI di Semarang tahun 2006.Pada muktamar tersebut telah ditetapkan Sistem Pelayanan Kedokteran Terpadu Berbasis Pelayanan Kedokteran Keluarga (SPKT) yang ditopang tiga pilar utama yang disebut sebagai “Tigo Tungku Sajarangan”, yaitu subsistem pelayanan kedokteran, subsistem pendidikan dan pembinaan dokter dan subsistem pembiayaan kedokteran.

Pelayanan kesehatan merupakan suatu transaksi antara dua pihak dimana pasien yang menerima jasa wajib membayar imbalan dan dokter yang memberikan jasa berhak menerima imbalan. Pengaturan transaksi ini dalam undang-undang Praktik Kedokteran hanya sebatas hak dan kewajiban. Dalam undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional, besarnya tarif pelayanan merupakan kesepakatan antara badan pengelola dan asosiasi fasilitas kesehatan. IDI sebagai organisasi profesi yang menaungi dokter termasuk dalam pengertian tersebut. Dengan adanya kedua undang-undang ini maka pelayanan kesehatan akan dinaungi oleh pembiayaan kesehatan dengan mekanisme asuransi kesehatan sosial.

Panduan kompensasi dokter ini diharapkan dapat:
· Menjadi acuan bagi dokter, pemerintah, pihak asuransi, dan pihak lain dalam mendayagunakan/merekrut dokter atau menentukan pendapatan dokter.
· Mengurangi kesenjangan kesejahteraan diantara dokter
· Mendorong persebaran dan pemerataan dokter ke seluruh wilayah Indonesia.
· Melindungi pasien, penanggung biaya dan pihak asuransi dari klaim mbalan jasa yang berlebihan oleh dokter.
· Membantu mewajarkan biaya kesehatan.

Dasar Hukum

1. Undang Undang Praktik Kedokteran pasal 50: “dokter mempunyai hak menerima imbalan jasa” dan 
pasal 53: “pasien mempunyai kewajiban untuk memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima”, serta pasal 49: “pembinaan dan pengawasan kendali mutu dan kendali biaya dilaksanakan oleh organisasi profesi”.
2. UU SJSN pasal 32: “tarif ditentukan bersama oleh badan pengelola dan asosiasi fasilitas kesehatan”.
3. Ketetapan Muktamar IDI XXVI tahun 2006 di Semarang tentang Sistem Pelayanan Kedokteran Terpadu.

Jasa medik (medical fee):
Adalah imbalan atau penghargaan untuk setiap layanan medis yang diberikan kepada seorang pasien (pada cara pembayaran fee for service).

Kompensasi:
Adalah penghargaan berbentuk finansial (uang) dan nonfinansial (bukan uang) yang langsung dan tidak langsung diberikan kepada seseorang sebagai imbalan untuk suatu pekerjaan, dengan mempertimbangkan nilai dari pekerjaaan tersebut serta kontribusi dan kinerja personal dalam melaksanakan pekerjaan tersebut.

Indeks Geografi Praktik (IGP)
Adalah suatu angka yang digunakan untuk menunjukkan tingkat kesulitan menjalankan praktik kedokteran di suatu wilayah geografi. Kesulitan yang dimaksud antara lain: keterpencilan fisik, kolegial dan sosial, keterbatasan infrastruktur transportasi, komunikasi dan sarana penunjang lain serta sarana kehidupan yang mempengaruhi kinerja dan kenyamanan menjalankan profesi kedokteran.

Formula
1. Dokter Praktik Umum (DPU)
Formula kompensasi setahun:


DPU =    10-14 X pendapatan/kapita nasional X Kurs
                              1USD X IGP


Formula kompensasi sebulan:

DPU    =      10-14 X pendapatan/kapita nasional X Kurs
                            1USD X IGP 12 bulan


 2. Dokter spesialis (Dsp):

 Formula kompensasi setahun:

DSP     =    30-44 X pendapatan/kapita nasional X Kurs
                        1USD X IGP

 Formula kompensasi sebulan:

DSP     =      30-44 X pendapatan/kapita nasional X Kurs
                         1USD X IGP 12 bulan


3. Kompensasi ini adalah kompensasi dari kerja utama dengan waktu kerja 40 jam/minggu, 220 hari kerja efektif setahun.

4. Indeks Geografi Praktik (IGP) untuk sementara ditetapkan:
· Daerah urban = 1
· Daerah rural = 1,25
· Daerah terpencil = 1,5
Untuk melengkapi panduan ini, sedang disusun IGP di setiap kabupaten/kota.

Penerapan formula
1. Nilai kompensasi DPU:

 Kompensasi DPU setahun  Rp. 141.362.500 – 208.004.000
 Kompensasi DPU sebulan   Rp. 11.780.208 – 17.333.667
                  (dibulatkan)        Rp. 12.000.000 – 17.000.000



2. Nilai kompensasi Dsp:

 Kompensasi DSp setahun     Rp. 441.627.992 – 650.000.000

 Kompensasi Dsp sebulan      Rp. 36.802.333 – 54.166.667
              
                (dibulatkan)           Rp.37.000.000 – 54.000.000


 3. Jasa medik konsultasi DPU dan Dsp
· Waktu tatap muka antara dokter dengan pasien bervariasi sesuai kondisi dan kebutuhan pasien. Waktu yang moderat berada pada kisaran 8-15 menit atau sekitar 4 pasien dalam satu jam.
· Nilai jasa medik konsultasi diperoleh dengan cara membagi nilai kompensasi setahun dengan hari kerja setahun (220 hari) dengan jam kerja sehari (8 jam) dengan pasien yang diperiksa dalam satu jam (4 pasien). Diperoleh kisaran nilai jsa medik konsultasi sebagai berikut:
                 Jasa medik konsultasi DPU        Rp. 20.080 – 29.546
                                        (dibulatkan)        Rp.20.000 – 30.000

                Jasa medik konsultasi DSp         Rp. 62.731 – 92.330
                                         (dibulatkan)       Rp.60.000 – 90.000


4. Dengan mengacu kepada rentang nilai kompensasi dan jasa medik konsultasi di atas, selanjutnya perlu dilakukan negosiasi untuk menentukan satu nilai kompensasi atau jasa medik yang disepakati dan memenuhi kondisi lapangan. Pertimbangkan kondisi setempat, seperti: kompensasi tidak langsung, Indek Geografi Praktik (IGP), kondisi dasar, daya beli masyarakat (ability to pay) dan kemauan membayar masyarakat (willingness to pay).

Sumber : Panduan Kompensasi Dokter dan Jasa Medik yg dikeluarkan th 2008

Selasa, 19 Juni 2012

PELANTIKAN PENGURUS IDI CAB SAROLANGUN 2012-2015

Pada hari Rabu 23 Mei 2012 Pengurus IDI Cab Sarolangun periode 2012-2015 bertempat di hotel Abadi Sarolangun dilantik oleh Pengurus IDI Wilayah Jambi dihadiri oleh Sekjen PB IDI dr Slamet Budiarto SH MHKes, Wakil Bupati Sarolangun Drs Pahrulrozi Msi beseta undangan lainnya.
     Setelah acara pelantikan diadakan diskusi dg topik Undang-Undang Praktek Kedokteran dan Persiapan BPJS dengan narasumber Sekjen PB IDI Slamet Budiarto SH MHKes.







Pengurus IDI Cab Sarolangun Periode 2012-2015 Ketua Umum dr Nirwan Satria SpAn





Pembacaan lafaz sumpah pelantikan yang dipimpn oleh Ketua IDI Wilayah Jambi dr Iin Wibawa





Penandatanganan Berita Serah terima oleh dr Irwan Miswar MKM Ketua IDI Cab Sarolangun sebelumnya saat ini merupakan Dewan Penasehat IDI Cab Sarolangun



               Wakil Bupati Sarolangun menyampaikan sambutan mewakili Bupati Saroalngun




dr Slamet Budiarto SH MHKes Sekjen PB IDI memberikan sambutan



undangan yg hadir diantaranya Kepala Bappeda Kab Sarolangun dan Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun




Ketua IDI Wilayah Jambi dr Iin Wibawa, Ketua Umum IDI Cab Sarolangun dr Nirwan Satria SpAn dan
Sekjen PB IDI dr Slamet Budiarto SH MHKes pada acara Diskusi dg Topik Undang-undang Praktek Kedokteran dan Persiapan pelaksanaan SJSN dan BPJS


drg Ibnu Idham dan drg Afhdal mewakili PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia)









Ucapan selamat pada Pelantikan Pengurus IDI Cab Sarolangun Jambi

Kamis, 22 Maret 2012

Kejang pada Anak


 Pada pertemuan bulanan Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) Cab Sarolangun kamis 15 Maret 2012, pada sesi ilmiah dipresentasikan topik Kejang pada Anak, disampaikan oleh dr Yanti. Diharapkan ada sharing up date ilmu sehingga anggota IDI Cab Sarolangun senantiasa dapat informarsi baru dari materi yang disampaikan.


dr Yanti sedang mempresentasikan materi Kejang pada Anak di pertemuan bulanan Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) Cabang Sarolangun Jambi.


Penyegaran ilmu Kejang pada Anak di pertemuan bulanan IDI cab Sarolangun Jambi...

Sabtu, 11 Februari 2012

Tumor Payudara pada Pertemuan Bulanan IDI Cab Sarolangun

Bertempat di RSUD Prof Chatib Quzwain Sarolangun diadakan pertemuan rutin bulanan Sabtu 11 Feb 2012. Pada acara tersebut sesi ilmiah untuk penyegaran ilmu disampaikan materi Tumor Payudara oleh dr Nizar SpB FinaCS. Pada acara tersebut juga dibahas informasi yang disampaikan oleh anggota IDI cab Sarolangun untuk meningkatkan peran serta dokter di Kab sarolangun Jambi. Acara tersebut diikuti oleh hampir semua anggota IDI cab Sarolangun, bertujuan untuk saling bertukar informasi dan meningkatkan tali silahturahmi anggota IDI Cab Sarolangun.

dr Nizar SpB FinaCs  Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran ( MKEK ) IDI Cab Sarolangun Masa bakti 2012 - 2015 sedang menyampaikan materi Tumor Payudara.

dr M Rusli Sekretaris IDI Cab Sarolangun sekaligus Kepala Puskesmas Sarolangun bersama dr Bismar, dr Adam, dr Wirza duduk berdekatan pada acara pertemuan bulanan menyiratkan kekompakan tenaga dokter yang bertugas di Puskesmas Sarolangun, di belakang dr Wirza juga terlihat dr Irwan Miswar Dewan Penasehat IDI cab Sarolangun juga pernah bertugas sbg Kepala Puskesmas Sarolangun


Peserta pertemuan bulanan IDI cab Sarolangun serius mengikuti sesi ilmiah

dr Namora Purba Sekretaris MKEK IDI Cab Sarolangun bersama peserta pertemuan sedang mengikuti sesi ilmiah.

Dengan silahturahmi berbagi informasi untuk menjalankan profesi dokter di Kab Sarolangun Jambi....




SK PB IDI tentang Pengesahan Susunan Personalia Pengurus IDI Cab Sarolangun 2012-2015

Surat Keputusan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Nomor : 1778/PB/A.4/01/2012 tentang Pengesahan Susunan Persolania Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Cabang Sarolangun Masa Bakti 2012-2015 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Dr Prijo Sidipratomo Sp.Rad  dan Sekretaris Jenderal
Dr Slamet Budiana SH MH Kes tanggal 20 januari 2012 telah diterima oleh Pengurus IDI cab Sarolangun.

Adapun susunan Pengurus IDI Cab Sarolangun Jambi Masa Bakti 2012-2015 adalah :

Dewan Penasehat        : dr Irwan Miswar MKM

Ketua                         : dr Nirwan Satria SpAn
Sekretaris                   : dr Muhammad Rusli
Bendahara                  : dr Hj Ermawati

BIDANG DIKLAT
Ketua                        : dr Yuli Muryani
Sekretaris                  : dr Adam Syahdira
Anggota                    : dr Jois Sriganda Sitorus
                                  dr Darfina Dwi Rahayu

BIDANG PENGABDIAN MASYARAKAT
Ketua                      : dr Wingsar Indrawanto S
Sekretaris                : dr Sri Mulyantini Pohan
Anggota                  : dr Utari
                               : dr Yenny Ariyanthi

BIDANG ORGANISASI/SOSIAL
Ketua                    : dr Richi Andrea
Sekretaris              : dr Melli
Anggota                : dr Ahmad Bajri
                             : dr Wahyu Anshara Harahap
                             : dr Riski Angelina

BIDANG HUMAS
Ketua                   : dr Hj Nurlia
Sekretaris             : dr Ema Lusida
Anggota               : dr Okty Lisnawati

BIDANG OLAHRAGA/KESENIAN
Ketua                 : dr Bismar
Sekretaris           : dr Dewi Yuli Lestari
Anggota             : dr Mart Abdiman Purba
                           dr Hilda Fitriyani

BADAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (BP2KB)
Ketua              : dr Dewi Laksmi Jaya
Sekretaris        : dr Lusi Novianti MPH
Anggota          : dr Hermiyanto

MAJELIS KEHORMATAN ETIK KEDOKTERAN ( MKEK )
Ketua             : dr Nizar SpB FinaCS
Sekretaris       : dr Namora Purba
Anggota         : dr Hendra SpPD
                      : dr H Yogi Hanwar SpOG
                      : dr Sat Joga Agus Widi Nugroho
                      : dr Syahni Wirdani Pulungan
                      : dr H Bambang Hermanto M Kes
                      : dr Wirza Hanum.

Semoga Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) cab Sarolangun semakin berkiprah dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi anggota, masyarakat dan negara.....